About this title: Using the true story of a young man, who in 1992 walked deep into the Alaskan wilderness and whose SOS note and emaciated corpse were found four months later, Krakauer explores the obsession which leads some people to explore the outer limits of self, leave civilization behind and seek enlightenment through solitude and contact with nature.
Note: This is a general synopsis. Each listing is described below.
Binding: Paperback
Publisher: Anchor
Date Published: 1997
ISBN-13:9780385486804ISBN:0385486804
Description: Good. A copy that has been read, but remains in clean condition. All pages are intact, and the cover is intact (including dustcover, if applicable). The spine may show signs of wear. Pages can include limited notes and highlighting, and the copy can include "from the library of" labels. read more
Description: Very Good. 0385486804 Copy has been read but remains in nice & clean condition. Pages are intact and not marred by notes or high-lighting. Spine is tight; a clean read. Some shelf wear to the cover. read more
Description: Good. Book is in good reading condition. Cover has wear at edges and corners, and may have creases. Spine has wear at edges and creases. read more
Description: Good. Light shelf wear and minimal interior marks. Millions of satisfied customers and climbing. Thriftbooks is the name you can trust, guaranteed. Spend Less. Read More. read more
"Sejatinya, menurut saya, setiap petualangan adalah pencarian. Dan temuan atas pencarian itu selalu menjadi hal yang tak terlupakan.
Namun akan halnya Chriss Mc. Candless, penemuannya tak kan pernah dapat diingatnya sendiri, karena ia telah melebur bersamanya.
Menyisakan sesak bagi kita, orang-orang yang membaca kisahnya.
Disuguhkan dalam gaya reportase, tak membuat buku ini menjadi membosankan. Ada memang bagian-bagian yang menggoda untuk di-skip, tapi saya berusaha (keras) untuk tetap membacanya, karena takut kehilangan maksud dari Mr. Krakauer.
Sebagai pembelaan terhadap pandangan beberapa orang yang menyebut aksi Mc Candless dan orang-orang semacamnya gila dan nekad (beberapa menganggap bodoh), maka penulis mengisahkan pula beberapa petualang yang sama-bahkan lebih nekad daripada Chriss Mc Candless. Kisah-kisah yang memberikan pesan kepada kita, bahwa pada akhirnya, dibutuhkan lebih dari sekedar tekad membaja dan keberuntungan saja dalam menghadapi alam liar. Persiapan dan kewaspadaan yang lebih baik, mungkin dapat menyelamatkan kita dari ganasnya alam liar.
Saya pribadi lebih suka filmnya daripada bukunya...mungkin karena alasan-alasan dibawah ini:
- disutradarai oleh Sean Penn - illustrasi musik oleh Eddie Vedder - pemeran Mc Candless-nya perpaduan antara leonardo di caprio & joaquin phoenix (alias good looking & good actor) - lebih dramatis - nontonnya bareng temen-temen ..(ini yg paling utama..;-))
udah ah...
*many Thanks to Erie yang udah berbaik hati ngebeliin buku ini...God bless you, broda...
"Tadinya gak terlalu pengen baca buku ini, tp pas maen ke toko buku dan ngliat buku ini didiskon 50%, ya.. sikaaat bleh.
Menceritakan tentang seorang Chris McCandless, seorang lelaki yang sangat dipengaruhi oleh karya2 Tolstoy, Thoreau dan Jack London yang memutuskan untuk berpisah dengan dunia yang dia anggap penuh dengan kebohongan dan kemunafikan. Orang yang menyalahartikan semangat dan hasrat sebagai ilmu pengetahuan/wawasan yang akan mampu membimbingnya. Kemarahan terpendam kepada sang ayah membuat Chris menolak cinta dari orang2 yang menyayanginya termasuk adik dan ibunya sendiri. Krakauer sendiri dengan bijaksana mengatakan kalau ia mungkin terlihat "berpihak" kepada Chris dalam penulisan buku ini. Disajikan dengan gaya laporan jurnalisme berdasarkan catatan/jurnal/surat yang dibuat oleh Chris dan juga wawancara dengan orang2 yang terlibat dalam dua tahun petualangannya. Krakauer menceritakan perjalanan Chris/Alex yang secara tiba-tiba meninggalkan keluarganya selama dua tahun, petualangannya hitch-hiking menyusuri Amerika, berkano-ria melewati Hoover Dam dan masuk wilayah Meksiko. Perjalanannya berakhir tragis ketika dengan kenaifan dan keangkuhannya ia mencoba "menaklukan" Alaska dengan peralatan dan persiapan yang sangat minim. Pendapat orang terbelah dua tentang sosok Chris ini. Banyak orang yang mencerca dan menghujat kedegilan dia, tapi tak sedikit pula yang mengagumi dia, tapi harus diakui bahwa kenyataan dia mampu bertahan selama lebih dari 100 hari menghadapi keganasan Alaska adalah suatu "prestasi" tersendiri. Trus nonton filmya, meski sedikit beda tp tetep bagus filmya. Gw anggap buku dan film buatan Sean Penn ini saling melengkapi. Gambaran Alaska, kegiatan2 Chris ketka menghabiskan kesendiriannya di sebuah bis "legendaris" Fairbanks 142 mampu melengkapi imajinasi gw tentang sosok seorang Chris yang terobsesi dengan Alaska plus bonus soundtrack yang dinyanyikan akang Eddie Vedder (cool abiiiisss)
The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun.
Alaska sudah lama menjadi magnet bagi para pemimpi dan orang-orang yang tidak tepat, orang-orang yang berpikir bahwa Last Frontier (Alaska) adalah wilayah yang bersih dari pengaruh jahat dan akan mampu menutupi lubang-lubang dalam kehidupan mereka. Padahal, alam liar bukanlah tempat pemaaf yang peduli pada harapan atau dambaan.
Great book! Ah, jadi inget tentang seorang anak SMA yang bodinya rada-rada overweight menerima tantangan temen2nya mencoba menaklukan Gunung Tangkuban Parahu. Anak tambun ini (sekarang udah six pack!) memiliki obsesi tersembunyi yaitu memperbaiki reputasinya yang rusak berat gara-gara "tragedi gerak jalan BLA" yang mengenaskan (diledekin mulu sih). Apa yang dia dapat? malah tragedi jilid 2! tak kalah mengenaskan dari tragedi gerak jalan. Reputasi anak itu terjun bebas kejurang yang sangat dalam... Apesssss!!!"
"I love Jon Krakauer. I didn't find one single thing about the Alex McCandless even remotely interesting. He came across as a spoiled brat with no concept of reality - basically because of his priveleged upbringing. But somehow, he blamed his parents for that void of myopic self absorption.
I live in Alaska and I've lived in Idaho and Colorado and Oregon . . . basically AROUND people who love the great outdoors. I am more comfortable in a heated coffee shop READING about the great outdoors. Still, I know that heading into any forest - particularly one at that latitude and altitude in pursuit of adventure with (a) no food, (b) no gear, (c) no plan and (d) no backup plan is nothing short of delusional or maybe just stupid.
I absolutely adore Jon Krakauer's attempts to explain Alex's possible motives and angst. I get that Krakauer identifies with some of what gnawed at Alex . . . that discontent . . . that feeling that life can't possibly be this pointless . . . etc. I wonder about those things with fairly consistent frequency. I suppose I have my own means of stamping those feelings out (alternating burst of extreme carbohydrate consumption and running or spinning; work and volunteerism). Still, the fact that Alex died of exposure in an abandoned bus in Denali National Park is less poignant than poetic - justice, that is. Darwinism, if you want to be cruel.
(Cringe) That sounded really awful, didn't it? But Krakauer carefully paints a picture of a young man completely disillusioned with the life that his parents provided for him, the future they groomed him for. A life easier, better than theirs. He points to his parents' mistakes and flaws as lightening rods for Alex's rejection of them and his pursuit of deeper understanding.
What a luxury. One that we all pursue at some point in our lives and if we have any sense, grow out of. I was constantly irritated with Alex for hitching, homelessness, biting every hand that tried to feed him. His lonely, desperate death not at all surprising and not terribly sad, either . . . except for what it put his family through.
I had no interest in seeing the movie. I saw trailer images of a young man looking off into the wildnerness with depth and intensity and that is NOT the Alex McCandless I got to know in the book. If Sean Penn managed to paint a more enlightened image of Alex, then he deviated from the book quite a bit."
"A very well written book that deals with arrogance, immaturity, and desire to be different. It is pure arrogance to go into the wild so unprepared, without a map, or any knowledge of how to survive. If he hadn't found the bus, he may not have survived as long as he did. It is one thing to be thrown into a situation where you are unprepared, but another to step away from civilization without adequate preparation by choice. This should be a primer for those who wish to get away from it all and how not to go about it."
We guarantee every item's condition, as described on Alibris. If you are not satisfied that an item is as described, return your purchase for a refund.